Hati hati hubungan kamu jadi emotionally abusive

ciri ciri hubungan emotional abuse

Baru aja kamu bisa ngerasain bahagia sama dia karena memiliki pacar yang suka ngedengerin semua cerita kamu. Sesuatu yang sepele sekalipun jika penuh perhatian rasanya sudah bikin bahagia.

Tapi suatu ketika ada saja hal yang bikin kesel hingga akhirnya bikin hubungan kamu renggang. Semisal saja kamu udah nunjukin jalan tapi pasangan kamu masih saja kelupaan. Jadi kesel pastinya dalam hati sambil menggerutu.

Apalagi saat sering mengalami pertengkaran rasanya seakan hubungan itu tak mampu bertahan lagi. Bahkan tidak kuat lagi buat melanjutkan hubungan lebih jauh bersamanya.

Dari sini tanpa sadar kata putus pun harus terucap dari mulut kamu. Tapi tak berselang waktu lama dia pun justru hubungi kamu lagi. Sikapnya pun jadi berubah begitu baik seakan-akan tadinya tiada masalah yang serius.

Kini kamu yang menjalin hubungan sudah seharusnya mengerti apa saja tanda saat kamu sudah terjebak dalam emotionally abusive relationship.

Adapun untuk tanda yang perlu kamu kenali yaitu:
Apabila sesuatu yang tidak ia sukai terjadi ternyata ia sering memberikan ancaman
Sebuah tanda jika pribadi kamu sudah dewasa tentunya bisa dilihat dari kemampuannya dalam menjalani kehidupan. Dengan kata lain jika dia kurang bahagia tentunya tidak akan menyalahkan orang lain.

Sebetulnya sumber kekecewaan maupun kebahagiaan itu dari dirinya sendiri. Bukan semata-mata karena orang lain. Jadi saat pacar kamu sering mengeluarkan kata ancaman. Sebaiknya kamu lebih berhati-hati dengannya.

Pendapat yang kamu lontarkan tidak diterima dia
Rasanya pasti kesal sekali saat kamu berpendapat tentang sesuatu namun dia tidak lagi menerima pendapat yang kamu lontarkan. Meskipun kamu sudah berargumen bahkan kadang berteriak sekalipun seakan tidak ada kesempatan lagi untuk kamu berbicara.

Baca juga : Tempat outdoor wedding di Jakarta

Hingga akhirnya kamu pun semakin malas untuk berpendapat. Komunikasi pastinya menjadi hal penting yang harus ada dalam sebuah hubungan. Padahal namanya pasangan sehat itu harus saling mendengarkan pendapat bahkan juga selalu menjaga komunikasi.

Saat bersamanya kamu sering menjaga ucapan maupun tindakan
Demi kata yang memang ingin diucapkan rasanya kamu sudah terbiasa menyaringnya terlebih dahulu. Karena kamu sudah mengerti jika ada salah ucap sedikit saja bisa bikin si dia menjadi kesal.

Tanpa sadar, kamu pun selalu menjaga mood dia supaya tetap bagus. Padahal kamu sendiri tahu jika tidak semuanya bisa kamu kendalikan. Semisal saja jadwal acara yang kadang berubah atau bahkan hujan yang tiba-tiba turun.

Dia menjadikan kamu pihak yang bersalah
Dalam sebuah hubungan memang selalu ada saja permasalahan yang muncul. Sebetulnya hal ini sudah menjadi kewajaran dalam menjalani hubungan.

Tapi yang tidak wajar itu adalah saat bertengkar hanya berkeinginan mencari pihak yang bersalah. Padahal seharusnya keduanya perlu berkomunikasi dengan baik untuk mencari jalan keluarnya.

Bukan malah mencari celah untuk menyalahkan satu pihak. Sebetulnya tidak ada permaslaahan yang tak mampu dibicarakan dengan baik. Jika permasalahan kecil saja sudah menguras emosi. Lantas bagaimana dengan permasalahan yang lebih besar?

Sudah seharusnya kamu memiliki pasangan yang mampu diajak berkomunikasi dengan baik. Mungkin awalnya kamu betah dengan sikap pasangan yang suka menyalahkan.

Namun pada akhirnya kamu pasti membutuhkan pasangan yang bisa membahagiakan meskipun dengan hal sederhana. Jadi kamu harus bisa mengatasi semua permasalahan yang muncul saat menjalin sebuah hubungan.